Lokakarya Kompetensi Lulusan UB

lokakaryalp311Berdasar tracer study yang pernah dilakukan Universitas Brawijaya (UB) 3 (tiga) tahun silam, Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Pendidikan (LP3) UB, Selasa (03/11) menyelenggarakan lokakarya kompetensi lulusan. Tracer study tersebut dilakukan selama 2 (dua) tahun (2006-2008) kepada 30% alumni program sarjana (non alih jenjang) dari 41 jurusan/program studi di UB. Sebagai tindak lanjut, lokakarya ini dimaksudkan untuk merumuskan upaya peningkatan kompetensi lulusan dengan menghimpun saran dan masukan secara bottom up dari masing-masing program studi/jurusan. Disampaikan ketua pelaksana, Prof. Dr. Agus Suman, DEA, kegiatan ini diikuti oleh 60 kepala jurusan/program studi di wilayah UB, dengan harapan agar terbina koordinasi untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya dalam rangka meningkatkan kompetensi lulusan. Membuka acara ini, Rektor UB, Prof. Dr. Ir. Yogi Sugito menyampaikan bahwa persaingan yang ketat dalam dunia kerja menuntut upaya antisipasi, diantaranya dengan meningkatkan kualitas lulusan. Beberapa kriteria tersebut, menurut Rektor merupakan parameter dalam tracer study yaitu IPK, lama studi, masa tunggu bekerja, gaji pertama,  dan kesesuaian pekerjaan dengan ilmu yang dipelajarinya.

lokakaryalp321
Hasil dan Masukan
Disampaikan Agus Suharyanto, PhD, salah seorang anggota tim tindak lanjut, tracer study alumni dikelompokkan dalam 3 (tiga) cluster yaitu Ilmu Sosial, Agrokompleks dan Eksakta. Dengan metode Stratified Random Sampling, para alumni kemudian diberi kuisioner yang berkaitan dengan 5 (lima) parameter tersebut. Secara rata-rata diperoleh hasil bahwa IPK mahasiswa UB adalah 3.07 dengan lama studi 61.8 bulan. Dari sampel tracer study diketahui bahwa 52.3% diantaranya memiliki masa tunggu bekerja lebih dari 3 (tiga) bulan dimana 32.9% diantaranya memperoleh gaji pertama senilai Rp. 1 juta hingga Rp. 2.25 juta. Lebih lanjut, diketahui pula bahwa sebagian besar alumni bekerja di sektor swasta dengan 39.1% diantaranya diluar daerah asal dan 24.9% di daerah asalnya. Selebihnya mereka bekerja sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS), tenaga honorer, perusahaan keluarga, wirausaha dan studi lanjut.
Selanjutnya, Agus menyebut bahwa upaya awal dalam rangka pengembangan kompetensi lulusan UB dilakukan dengan menghimpun masukan secara bottom updari tiap program studi. Temuan yang berhasil dihimpun pada tiap program studi diantaranya adalah lulusan UB memiliki kelemahan dalam bahasa asing, komputer, teknologi, komunikasi dan public speaking, organisasi, networking dan kepercayaan diri. Untuk memperbaikinya, beberapa peserta pun memberikan masukan diantaranya adalah perlunya evaluasi kurikulum dengan menggandeng stakeholders, adaptasi sistem pengajaran, optimalisasi Job Placement Centre (JPC) dengan memasukkan kegiatan career development serta koordinasi dari level universitas, fakultas dan jurusan/program studi. [nok]

Tags:

Leave a Reply