Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Lembaga Pers Mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Brawijaya

Content on this page requires a newer version of Adobe Flash Player.

Get Adobe Flash player

Powered By therelax.com

Polling

Berikan penilaian anda terhadap website SOLID ini
 

SOLID News Flash

  • NEW SAMPLE MAJALAH SOLID EDISI 51
    majalah SOLID edisi 51 telah terbit. Bisa dibeli di stand SOLID atau membaca online previewnya.
  • Read SOLID Product Oline
    Anda bisa membaca produk SOLID secara online, silahkan masuk ke halama produk kemudia pilih produk SOLID yang ingin Anda baca. Sementara hanya bisa LIFT edisi 25 dan Majalah edisi 49.
  • Kritik dan saran
    SOLID menerima kritik dan saran Anda, kirim ke solid.lpm@gmail.com
  • NEW download LIFT edisi 26
    Anda sudah bisa download Lembar Informasi Fakultas Teknik(LIFT) edisi 26 dan Majalah edisi 50
  • SOLID menerima tulisan tangan Anda
    Bagi Anda, KBMT FT UB yang ingin tulisannya dimuat di halaman web SOLID, silahkan datang di kantor SOLID FT UB.
Halaman Depan SOLID
NEW SAMPLE MAJALAH SOLID EDISI 51
Saturday, 04 February 2012 23:22

51

TELAH TERBIT !!!

MAJALAH SOLID

EDISI 51


KLIK GAMBAR DI SAMPING

UNTUK READ ONLINE SAMPLE

ATAU DAPAT DOWNLOAD DISINI


MAJALAH DAPAT DIBELI

DI STAND SOLID SAAT DAFTAR ULANG

 
TIDAK SEMUA HITAM PUTIH
Tuesday, 31 January 2012 11:12

Oleh : Agus Ferdinand

Ozymandias alias Adrian Veidt, salah satu anggota Watchmen dalam komik dan film yang berjudul sama, akhirnya menggunakan cara paling ekstrim; meledakkan bom nuklir di kota-kota besar dunia termasuk New York dan Moscow. Dengan cara ini pada akhirnya Perang Dingin tidak jadi pecah antara Amerika Serikat dan Uni Sovyet, karena akhirnya mereka memiliki Dr. Manhattan sebagai musuh bersama yang dikambinghitamkan sebagai biang bencana nuklir yang telah terjadi. Tidak ada yang menyangka bahwa seorang Ozymandias,  sosok superhero yang seharusnya menjadi panutan dan teladan kebaikan-kebajikan ternyata tega menggunakan cara yang sangat tidak heroik untuk menciptakan perdamaian dunia, yaitu dengan pembantaian massal.

***

Masa awal abad-20 ada masa penuh guncangan bagi dunia ilmu pengetahuan khusunya fisika. Teori-teori fisika klasik yang menekankan pembagian dan pemisahan tegas bagi elemen-elemen fisik akhirnya luluh ketika berhadapan dengan pendekatan modern yang anomalistis. Siapapun sulit percaya jika dikatakan bahwa materi dan energi adalah dua wujud yang sama yang dirangkum dalam persamaan terkenal “e=m â€ť. Sesuatu yang terdengar absurd ditelinga ketika mendengar gelombang dapat berperilaku seperti partikel dan begitu pula sebaliknya.

***

Kedua kisah diatas, fiksi dan fakta, mungkin dapat mewakili sebuah realitas yang kita semua hadapi. Sejak kecil hingga memasuki sistem pendidikan, pandangan dualisme dan objektifitas telah ditanamkan dalam-dalam dikepala kita. Kita diajarkan untuk mengkotak-kotakan permasalahan dan objek dalam penggolongan yang tegas dan kaku sehingga bisa kita bedakan yang mana “hitam” ataupun “putih”. Dari situ kita diarahkan untuk memilih salah satu; pilih hitam atau putih? Jika kamu B berarti kamu bukan A. Jika saya tidak X berarti saya pasti Y. Semua penggolongan ini selalu diikuti dengan data fakta empiris-logis yang membuat kita berpikir seribu kali untuk membantahnya.

Lalu bagaimana jika pembagian tersebut mengalami pengecualian? Sayangnya dunia ini memang menawarkan inkonsistensi bagi para penghuninya. Mari kita lihat salah satu fenomena tentang kaum sekuler dan agnostik yang selalu dilaknat oleh orang-orang yang mengaku beriman dan taat beragama. Secara logika hitam-putih, tentu kita dapat memastikan bahwa negara-negara yang menganut paham sekuler akan lebih terpuruk dalam kemungkaran dan hukuman Tuhan jika dibandingkan dengan negara yang berprinsip religius seperti Indonesia. Namun lihatlah indeks-indeks korupsi, kemiskinan, kejahatan, dan kebodohan antara Barat (Eropa-Amerika) dan Asia (khususnya Asia Selatan-Tenggara). Terlepas dari (konon) politik pecah-belah ala imperealis modern yang dilakukan oleh bangsa Barat, sangat mengherankan ketika Tuhan tampak diam melihat “hitam” yang terus bernaung di negara-negara dunia ketiga yang umumnya fanatik beragama.

 
Tips hemat dan sehat ala anak kost
Tuesday, 31 January 2012 10:51

Terkadang, kita sebagai mahasiswa kurang bisa merencanakan keuangan dan akhirnya di setiap penghujung bulan selalu mengeluh karena "kanker" alias kantong kering. Simak Tips n Trik dari sahabat SOLID berikut ini.

Karena kita sedang membahas hemat dan sehat maka ujung-ujungnya kita kembalikan ke keuangan...., oke???

Berikut merupakan langkah-langkahnya

1. Kalkulasi gaji kita dari ortu

     Setiap  bulan pasti kita dapat jatah uag jajan dari ortu, otomatis dari uang yang bisa disebut “gaji” tersebut akan kita gunakan untuk semua kebutuhan kita dalam jangka waktu 1 bulan. Maka dari itu mulai dengan menghitung kebutuhan makan, setelah itu diikuti kebutuhan lain seperti refreshing, transport untuk yang menggunakan kendaraan dari tempat kost, dan terutama utuk fotokopi. Perhitunannya mulai dengan bagi menjadi persen-persen. Untuk yang tidak memakai kendaraan, perbandingannya 80% makan dan 20% sisa kebutuhan. Sedangkan untuk yang memakai transport usahakan sehemat mungkin utuk menggunakan kendaraan jadi kebutuhn makan tidak trganggu. Karena akan berakibat pada kesehatan.

2. Perencanaan

     Hal ini karena semakin padat kegiatan maka kebutuhan nutrisi tubuh akan semakin meningkat. Misal dalam 1 bulan akan ada kegiatan praktikum, studi lapangan, studio, membuat laporan sampai kegiatan non akademik. Sebisa mungkin untuk memberikan nutrisi yang cukup.

3. Tempat makan

     Hal yang satu ini sangat berperan penting dalam menguras keuangan, karena makan merupakan kebutuhan yang wajib jadi jangan meninggalka makan jika tidak ingin sakit. Rekomendasi tempat makan adalahyang memberikan harga yang murah untuk pelanggannya, hal ini berarti tempat makan yang menyediakan berbagai masakan untuk pelanggannya, bukan tempat makan yang membrikan makanan yang langsung jadi. Seperti nai goreng, mie goreng, tahu telor, dan lain-lain. Karena makanan tersebut harganya telah “dipatok” kita tidak bisa mengatur berapa harga yang harus kita bayar. Tempat makan yang enak adalah yang membebaskan pelanggannya untuk mengambil sendiri makanan yang akan dibeli atau bisa dikatakan “prasmanan”. Karena setiap makanan yang kita ambil bisa kita hitung berapa harga yang akan kita bayar.

4. Sakit

     Merupakan suatu saat dimana kita harus benar-benar memperhatikan tubuh. Karena saat ini kita harus cepat dalam menghadapi msalah ini, semakin cepat tertangani maka semakin cepat kita sembuh. Maka kesimpulan terakhirnya semakin sedikit kita mengeluarkn uang untuk membeli obat dan lain-lain.

5. Olahraga

     Kegiatan ini memang tidak secara lansung berhubungan dengan keuangan, tapi akibat dari jika kita tidak berolahraga secara teratur adalah mudah sakit dan berakibat seperti yang telah diterangkan sebelumnya. Luangkanlah waktu untuk berolah raga setiap pagi, minimal peregangan otot-otot samapai tubuh kita menjadi tidak sedikit berkeringat. Untuk akhir pekan lakukanlah olahraga yang lumayan menguras tenaga, seperti jogging, futsal, atau bahkan fitness.

 
TEKNIK INFORMATIKA, TEKNIK KOMPUTER, SISTEM INFORMASI : TETAP TEKNIK WALAUPUN BUKAN TEKNIK
Tuesday, 31 January 2012 10:01

     Setelah banyak beredar isu mengenai nasib Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Sistem Informasi yang akan lepas dan pisah dari Fakultas Teknik membentuk fakultas tersendiri langsung di bawah Universitas Brawijaya, akhirnya terjawab.

     Setelah menemui dan berbincang dengan bapak Ludfi selaku PD1 dan bapak Sutrisno selaku kepala program studi teknik informatika, mengenai SK Rektor yang berisi 

     1. Membuka program teknologi informasi dan ilmu komputer pada universitas brawijaya

         dengan prodi sebagai berikut :

              - S1 Teknik informatika

              - S1 Ilmu komputer

              - S1 Teknik Komputer

              - S1 sistem informasi

     2. “Home Base” untuk Dosen Pengasuh untuk Program Studi sebagaimana tercantum pada

          diktum pertama akan ditetapkan kemudian.

     3. Keputusan ini berlaku sejak tanggal ditetapkan, dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat kekeliruan dalam keputusan ini akan diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

     Terhitung sejak tanggal 27 oktober 2011, sebenarnya menurut SK, Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Sistem Informasi sudah bukan di bawah Fakultas Teknik, namun sudah dinaungi oleh program baru yang langsung berada di bawah Universitas Brawijaya, yaitu Program Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer.

     Namun, beliau mengatakan hal ini bukan berarti tidak serta merta langsung lepas dan terpisah dari Fakultas Teknik. Harus ada sebuah masa persiapan dimana semua unsur dan elemen yang terlibat di dalamnya harus menyesuaikan dengan keadaan yang baru, termasuk nasib kemahasiswaan mahasiswa Teknik Informatika, Teknik Komputer dan Sistem Informasi di ranah fakultas mengingat banyaknya mahasiswa informatika yang sedang aktif di kelembagaan fakultas, serta urusan akademis dan non akademis, yang kemudian masa persiapan dan penyesuaian ini disebut sebagai masa transisi.

     Menurut beliau, masa transisi ini kemungkinan besar akan berakhir di pergantian semester genap ke ganjil beberapa bulan mendatang ini, sehingga untuk semester depan Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Teknik Komputer sudah harus lepas dari fakultas teknik baik dari sisi kemahasiswaan, akademis, dan non akademis.

     Beliau juga menghimbau pada masa transisi ini, seluruh mahasiswa yang terlibat di dalam proses pembentukan ini, khususnya mahasiswa tif, tekom, si yang sedang aktif di kelembagaan fakultas supaya bersiap siap untuk menyesuaikan diri dengan situasi dan kondisi yang nantinya akan terjadi.

     Namun, jika semua keputusan dan kebijakan nantinya mengharuskan untuk pisah dan lepas, diharapkan seluruh elemen mahasiswa sudah memiliki kesiapan dan bisa mandiri khususnya dari mahasiswa Teknik Informatika, Teknik Komputer, dan Sistem Informasi.

     Terkait alasan harus pisahnya Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Komputer dan Ilmu Komputer dari fakultasnya masing masing menurut beliau adalah:

     - Berdasarkan Surat Edaran Dirjen Dikti 1030/D/T/2010, komputer itu sudah punya rumpun tersendiri yaitu rumpun E(rumpun komputer). Hal ini terkait masalah akreditasi. Informatika dan ilkom mestinya ada di rumpun E, dan semestinya tidak boleh ada 2 prodi dengan rumpun yang sama namun berada di fakultas yang berbeda, jadi solusinya adalah yaitu pembentukan program / fakultas baru yang berada langsung di bawah universitas.

     - Apabila teknik informatika digabung dengan ilkom, akan bisa lebih berkembang

     - ilmu itu memang selalu berkembang, dan sekarang yang sedang berkembang itu dibidang komputer.

     Sesuai isi SK diatas, bahwa yang ditetapkan adalah pembentukan program, sebelum berlanjut ke tahap selanjutnya yaitu fakultas. Pembentukan fakultas sendiri harus melalui keputusan dikti, jadi beliau mengatakan akan mengusulkan hal ini ( pembentukan program ) kepada DIKTI untuk membentuk sebuah fakultas baru.

     Menyinggung masalah koordinasi antara pihak mahasiswa dengan birokrasi, bapak Sutrisno selaku kaprodi Teknik Informatika menyatakan bahwa belum adanya sosialiasi resmi dikarenakan pihak birokrasi Teknik Informatika memandang hal tersebut hanya sebagai sebuah wacana saja.

     Namun sosialisasi informal sebenarnya sudah ada, misalnya dengan Himpunan Mahasiswa Informatika terkait masalah struktur dan kemahasiswaan. Persiapan yang repot dan membutuhkan waktu yang tidak sebentar juga menjadi alasan terhambatnya sosialisasi formal langsung ke mahasiswa.

     Beliau juga menambahkan bahwa Teknik Informatika, Teknik Komputer, Sistem Informasi adalah masih merupakan bagian dari Fakultas Teknik. 

     Yang perlu diperhatikan, sesuai dengan poin ketiga SK tersebut, semua kemungkinan masih bisa terjadi, dan akan diperbaiki sebagaimana mestinya.

     Terakhir, harapan atas turunnya SK adalah terlaksananya SK ini dengan sebaik-baiknya, dengan semulus-mulusnya dalam masa transisi,dan Fakultas Teknik akan mengawal proses transisi sampai tuntas. Seperti misalnya pencatatan akses Teknik Informatika selama ini di teknik, maka akan dialihkan dengan baik, fair, serta akuntabilitasnya tinggi. Bisa mempunyai fasilitas yang mendukung dan berkualitas serta munculnya komunitas-komunitas yang berkaitan dengan dunia informatika. Dan untuk kedepanya Informatika Brawijaya bisa mewarnai dunia IT Indonesia. 

 
Kunjungan Fakultas Teknik Universitas Sultan Ageng Tirtayasa ke Fakultas Teknik Universitas Brawijaya
Sunday, 25 December 2011 16:30

     Senin, 28 November 2011 BEM FT-UB kedatangan tamu dari BEM Fakultas Teknik Universitas Sultan Agung Tirtayasa (UNTIRTA). Kunjungan yang bertujuan untuk studi banding kelembagaan ini, bertempat di Gedung Aula Fakultas Teknik FT-UB dan dibuka dengan sambutan ketua BEM FT-UB, Rahmat Affandi. Dilanjutkan dengan sambutan ketua BEM FT-UNTIRTA yang menyampaikan ucapan terimakasih atas sambutan yang diberikan oleh BEM FT-UB. Yang hadir pada acara ini adalah perwakilan masing-masing lembaga kemahasiswaan FT-UB yaitu HMJ dan LSO. 

     Acara diskusi dimulai dengan presentasi kelembagaan mahasiswa oleh BEM FT-UNTIRTA yang terdiri dari BEM, DPM, HMJ dan UKM. Masing-masing menyampaikan tentang visi-misi dan program kerja kegiatan yang telah diselenggarakan. Kemudian dilanjutkan dengan presentasi kelembagaan mahasiswa FT-UB yang terdiri dari BEM, DPM, HMJ, dan LSO. Perbedaan mendasar dari kelembagaan kedua institusi ini terdapat pada struktur BEM. Di FT-UB, PEMILWA dilaksanakan untuk memilih 9 anggota BEM, bukan untuk memilih satu orang sebagai presiden BEM. Nantinya, akan dilaksanakan musyawarah kembali oleh 9 anggota BEM terpilih tersebut untuk memilih 1 orang sebagai koordinator yang sekaligus menjadi ketua BEM. Begitu juga dengan struktur DPM, di FT-UB, DPM terdiri dari ketua himpunan tiap-tiap jurusan yang disebut FDH (Forum Dewan Himpunan). 


     Selain itu, terdapat perbedaan jurusan yang ada di FT-UB dan FT-UNTIRTA. Fakultas Teknik UNTIRTA terdiri dari 6 jurusan yaitu sipil, mesin, elektro, industri, metalogi dan teknik kimia, sedangkan di Fakultas Teknik UB sendiri terdiri dari 8 jurusan dan 3 program studi baru yaitu sipil, mesin, elektro, pengairan, arsitek, PWK, industri, teknik informatika, teknik kimia, sistem informasi, dan teknik komputer. Setelah kedua lembaga mempresentasikan struktur kelembagaannya, diadakan kunjungan ke tiap-tiap jurusan di FT-UB, namun hanya jurusan yang memang ada di FT-UNTIRTA saja yaitu sipil, mesin, elektro, dan industri. Sedangkan yang lain melanjutkan diskusi tentang kelembagaan dan proker BEM FT-UB antara lain tentang program pembinaan mahasiswa baru. Kunjungan ini ditutup dengan pemberian kenang-kenangan dari BEM FT-UNTIRTA kepada BEM FT-UB sebagai tanda terimakasih. (dewi/red)

 
 
Joomla 1.5 Templates by Joomlashack